Posts

Showing posts from May, 2022

Simpul

Image
source pict: Dewi Rahayu Rintik hujan tampak mengelabuhi jalanan. Di dekat jendela, Kartini meratap dengan mata yang penuh harap. Berjuta andai selalu muncul begitu saja dalam benaknya, tatkala hujan datang dengan rintiknya. Sorot matanya menatap bocah – bocah kecil yang asik menari dibawah guyuran hujan. Sungguh ia ingin disana, bergabung bersama mereka, dan menceritakan sebuah kisah perjuangan. Namun ia baru tidak bisa apa – apa. Kartini sedang memilih menelan dalam – dalam harapannya. Menelan semua perasaan – perasaan yang pernah ia tuliskan dalam surat – suratnya kepada Margareth, sahabatnya. Kartini mengembuskan napas, dia kembali menengok surat balasannya untuk Margareth yang belum tuntas ia tulis. Jujur saja, aku iri denganmu Margareth. Kamu bisa menghirup dunia luar dengan bebas, sementara aku masih terpasung indah di rumah ini. Kartini me leta kkan penanya, ia kembali menatap rintikan hujan yang berangsur reda. Diresapinya dalam – dalam sampai tidak sadar kalau ia ter...